Aku teringat dengan satu ucapan yang pernah kulontarkan kepada seseorang. Tak perlu kusebut namanya, tak perlu. Cukup kusebut kamu, karena sebenarnya akupun tidak mau mengingatnya.
Aku menemukan ucapan itu setelah iseng membuka pesan terkirim diEmailku. Tak sengaja aku menemukan Email jadulku. Ahhh jadi ingat, konyolnya aku dulu. Aku terjatuh. Ohh tidak, lebih tepatnya aku mendekat lalu kamu dorong hingga terjatuh di lubang yang sebenarnya aku pernah terjatuh satu kali. Dan aku hafal sekali jalan menuju lubang itu. Aku hafal sekali. Sangat sangat hafal. Bahkan tak ada yang bisa sepandai aku menghafalnya, kamupun mengakui hal itu. Tapi kamu pandai, ahh mungkin cerdik lebih tepatnya. Cerdik sekali menutupi lubang itu. Hanya kamu tutupi (ternyata). Janjimu, lubang itu kamu timbun agar benar - benar hilang dan juga agar aku tidak lagi terjatuh. Kamu memang cerdik.
Aku jadi teringat dengan dongeng Kancil, Gajah dan Langit Runtuh. Mengajakku menikmati indahnya berada di lubang itu. Lalu seketika kamu meninggalkan aku sendirian di lubang itu karena langit hitammu sudah pergi dan menghilang. Tapi tenang saja, seperti kancil yang melihat gajah berhasil keluar dari lubang itu sendirian dan dengan susah payah. Kamu juga melihatku keluar dari lubang itu lagi, sendirian. Susah payah memang, sampai meneteskan air mata, keringat, menguras hati. Tapi aku berhasil, berhasil keluar lubang itu tanpa bantuanmu. Iya, tanpa kamu.
Apakah aku menyesal pernah mengucapkan kata-kata itu ? Entahlah, sampai saat ini akupun tidak mengetahui perasaanku sendiri. Tapi, mungkin memang tepat sekali aku mengucapkannya kepadamu. Mungkin memang kasar, sedikit kasar. Tapi sepertinya kamu juga sudah tidak bisa lagi membedakan antara kasar dan halus, gembira dan sedih dan perbedaan perasaan lainnya. Karena yang kamu tahu hanya bagaimana cara membuat perasaanmu senang tanpa memikirkan perasaan-perasaan lain yang kamu korbankan. Pedih sekali mengetahuinya.
Maaf. Harusnya kamu yang meminta maaf. Harusnya. Tapi kali ini izinkan aku meminta maaf kepadamu. Karena aku ingin mengucapkan ucapan itu lagi. Sekali lagi,
Kamu adalah laki-laki terjahat yang pernah aku temui.
CMZH, Freising, 10 Januari 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar