"Itu salahmu!!" . "Itu semua karena kamu!!". "Coba kamu enggak ngelakuin itu, enggak bakalan seperti ini jadinya!!".
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Jangan selalu menyalahkannya karena belum tentu dia yang salah. Jangan selalu membentaknya, karena belum tentu dia yang berbuat. Jangan selalu menuduhnya, karena bisa jadi dia tidak berniat melakukannya.
Pergilah!. Carilah!. Pergilah mencari cermin. Tidak usah yang besar. Cukup yang kecil saja. Buat apa kamu bercermin dengan cermin yang besar tapi kamu tidak pernah menyadari kesalahanmu. Tidak pernah mengintropeksi diri. Cukup yang kecil saja, asal kamu sadar atas apa yang kamu lakukan.
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Jangan sesali semua yang pernah terjadi. Karena bisa saja, apa yang terjadi kemarin itu memang yang terbaik untukmu. Sekalipun pahit sekali rasanya. Ingat tidak ? Kebanyakan makan yang manis bisa kena diabetes.
Syukuri semua yang terjadi. Tersandung lalu jatuh ? alhamdulillah, kita masih bisa merasakan sakit. Jatuh cinta lalu patah hati ? alhamdulillah, hati kita masih berfungsi dengan baik. Ditinggal pergi begitu saja ? alhamdulillah, membuka kesempatan yang lebih baik untuk datang.
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Tidak usah mengandai-andai. "Seandainya.. . Kalau saja . . . Harusnya kemarin itu . . .". Tidak usah.
Percayalah bahwa Allah SWT selalu punya rencana dibalik setiap kejadian. setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Kapan kita menyadarinya ?. Bisa saja 5 menit setelah kejadian, 2 minggu setelahnya, 1 bulan atau malah 1 tahun setelahnya. Bersabarlah, karena tidak pernah merugi orang yang bersabar.
Teruntuk orang yang pernah kusakiti, 'Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya'. Semoga aku dimaafkan. Dan teruntuk orang yang pernah menyakitiku 'Kumaafkan dan kulupakan semua kesakitan itu'
*ditulis di Freising, Bayern. Hari sabtu tanggal 20 Desember 2014, Pukul 21.15 waktu Jerman bagian selatan. Dengan kesadaran yang tinggi, ditemani angin yang sepertinya tidak lelah berlari kencang dari kemarin*
Chairunnisaa Huzaen
Sabtu, 20 Desember 2014
Sabtu, 13 Desember 2014
Katanya. Cintaku, Cinta Monyet
Aku pernah jatuh cinta kepada sosoknya yang selalu aku kagumi. Aku kagumi ? entahlah. Kata mereka tidak ada yang patut aku kagumi darinya. Ahh, namanya juga jatuh cinta, BUTA. Empat tahun aku jatuh cinta padanya. Dari awal berteman sampai akhirnya aku disini. Tahukah rasanya ketika cinta bertepuk sebelah tangan ? Tahukah rasanya memendam cinta bertahun-tahun ?. Aku tahu bagaimana rasanya.
Kata mereka, itu hanya sekedar cinta monyet, cinta anak baru gede. Iya, aku pikir pun begitu. Mungkin, ini hanya cinta monyet, nanti juga tergantikan.
Jatuh cinta. Setiap melihatnya selalu saja ada senyum yang muncul dari wajah ini. Melihatnya berbicara, mendengar suaranya, melihat tingkah lakunya, selalu membuat jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya.
Satu tahun berlalu, semenjak aku mengenalnya di kelas 10. Hari itu, adalah pengumuman penempatan kelas. Kelas kami pun diacak beda dari yang sebelumnya. Aku berjalan melihat pengumuman yang menempel di pintu kelas. Tidak sulit menemukan namaku karena berdasarkan abjad aku berada diurutan ke3. Kutelusuri kebawah untuk melihat nama yang lain. Antara sedih, kecewa dan senang, tidak kutemukan namanya di kertas itu. Ohh, kita beda kelas.
Pertengahan kelas 11, aku dihampiri oleh perasaan galau yang aaarrggh menyebalkan sekali rasanya. Kenapa aku masih seperti ini, Aku selalu saja gagal kalau berhadapan dengannya, mendengar suaranya saja jantungku tak mau tenang. Aku mencoba untuk bersikap biasa saja. Berjalan didepannya biasa saja, berhadapan dengannya biasa saja dan bercakap dengannya biasa saja. Sama seperti perempuan lain yang biasa saja terhadapnya. Apakah aku berhasil ? sekali lagi. Aku GAGAL.
Cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku merasakannya, setelah dengan bodohnya aku mengungkapkan kalau aku jatuh cinta padanya. Iya, aku berkata padanya, 'aku punya perasaan padamu lebih dari seorang teman'. Diapun terdiam, tersenyum lalu berkata 'Aku tidak tahu apa yang aku rasakan ini adalah perasaan yang sama dengan yang kamu rasakan atau hanya perasaan kagumku terhadapmu'. Aku terdiam pergi lalu meninggalkannya. Aku menangis, tapi tidak larut. Aku menangis tapi tidak meronta, aku menangis terdiam. Ohh, aku tahu seperti ini rasanya cinta bertepuk sebelah tangan.
Akhir kelas 11, lupakan kejadian itu. Lupakan perasaanku kepadanya, lupakan perasaannya kepadaku. Anggap saja, aku dan dia tidak pernah berbicara dari hati ke hati. Setelah ini akan ada babak baru yang lebih sulit dan tidak ada waktu lagi untuk menanggapi perasaan ini.
Maukah kamu jadi pacarku ?. Ada seorang Lelaki lain yang dengan gagahnya menghampiriku. Mengungkapkan perasaan yang 'katanya' jujur dari dalam hati. Aku tolak. Alasanku ? Mudah sekali ditebak, karena aku masih mencintai, sosoknya. Lelaki itu tidak menyerah sama sekali. Sekali lagi, dia datang menghampiriku dan berkata "Aku sayang padamu". Dan sekali lagi, aku tolak!. Alasannya, tetap sama. Aku masih mencintai sosoknya.
Kuceritakan kejadian yang menimpaku kepeda 3 sahabatku. Jawaban mereka sama. "Kalau ada cinta yang nyata, kenapa harus mengejar yang semu ?". Aku terdiam menatap wajah sahabat-sahabatku. Sepertinya mereka benar. Saat itu akupun memutuskan untuk mencoba menyukai Lelaki yang menghampiriku itu. Dan untuk ketiga kalinya lelaki itu menghampiriku, "Aku sayang padamu, maukah kamu . . . ??". Aku terima.
Lelaki itu hebat! kataku. Karena hanya dia yang bisa membuatku sejenak lupa dengan sosoknya. Kelas 12, aku mulai menjalani babak baru di kehidupanku. Belajar dan menjalani hari-hari bersama Lelaki hebatku itu. Aku lupa dengan sosoknya, aku lupa. Lagipula, diapun sedang sibuk menjalani hari-harinya dengan wanitanya. Iya, wanitanya.
Lulus!! Kita semua lulus. Acara perpisahan pun telah usai. Tidak ada yang tahu bahwa keputusanku saat itu untuk pindah dan kembali ke tempatku berasal karena aku tidak ingin lagi mengingat sosoknya. "Aku sudah bosan tinggal disini". itu alasanku saat itu.
Gila!. Aku pernah berfikiran gila. Mencari info gila. "Adakah obat untuk menghilangkan ingatan atau memori tertentu ? atau adakah dokter yang bisa 'memotong' memori tertentu ?
Tidak hanya sekali aku pernah berfikiran seperti itu. Gila memang, gila.
Sosoknya kembali. Kalau mengingat kejadian setahun yang lalu. Aku benci diriku saat itu. Sosoknya kembali dengan santainya. Kembali tanpa dosa dan perasaan yang bersalah. Tapi, akupun bodoh karena menerima kembalinya dia. Sosoknya kembali dan mempertanyakan perasaanku setelah aku mati-matian untuk menghilangkannya. Manusia memang penuh dengan nafsu.
Aku menerimanya, menjalani semuanya dari awal. Jahatnya aku dan sosoknya. Jahatnya aku meninggalkan Lelakiku begitu saja, jahatnya dia meninggalkan wanitanya begitu saja demi memperjelas apa yang seharusnya tidak perlu lagi diperjelas.
Bahagia!. Bahagianya aku ketika tahu bahwa sebenarnya cintaku dulu tidak bertepuk sebelah tangan. Bahagianya aku saat itu.
Sudah terjadi. Keputusan tidak bisa diganggu gugat. Semuanya menjadi kacau ketika aku akhirnya pasti untuk berangkat ke Negri orang. Semuanya kacau. Sosoknya bertanya kepadaku ' Apakah kamu akan tetap pergi ke Negri itu kalau kamu tahu sebenarnya perasaanku'?. Aku terdiam dan tidak pernah mau menjawab pertanyaan itu dengan yang sebenarnya.
Sosoknya pergi! sosoknya pergi!. Menyebalkan sekali! pergi begitu saja setelah sukses menghancurkan aku dan Lelakiku. Jahat sekali!
Satu tahun sudah berlalu ketika sosoknya datang begitu saja. Menyesal karena pernah mencintainya ?. Sudah tidak ada lagi gunanya. Aku sudah memaafkannya, aku sudah melupakan semuanya, aku sudah tahu semuanya, aku sudah tidak mau tahu lagi tentangnya. Sudah tidak mau lagi. Satu tahun sudah berlalu. Terima kasih, pernah kembali walaupun hanya untuk kembali menyakiti. Terima kasih sekali lagi.
Memang benar kata mereka. Cintaku, Cinta monyet.
Minggu, 07 Desember 2014
Duduk Manis, gerak!! Makan yang Benar, gerak!!
Makan dan minum, kebutuhan setiap makhluk hidup yang ada di Bumi ini. Untuk melanjutkan hidup kita harus makan dan minum setiap hari. Oke, hal yang paling aku kagetkan ketika aku tinggal disini, dikeluarga ini adalah saat dimana berada di meja makan. Aku berasa lagi ada di sebuah Istana dengan segudang peraturan makan yang ketat. Sebenarnya aku juga enggak tau apakah hanya di keluarga angkatku yang punya peraturan seperti ini atau memang budaya orang Jerman. Di Indonesia, sepertinya yang punya peraturan makan 'cantik' itu ya hanya ada di Kerajaan, orang penting, pejabat, atau artis. Sesuai dengan pengalamanku selama di Indonesia, belum pernah sekalipun aku makan dengan peraturan yang bla, bla,bla.
Peraturannya seperti apa ?? Ini dia:
1. Nicht mit dem Finger essen!!.
Kebayang dong gimana tersiksanya makan ayam dengan garpu dan pisau (?) . Itulah yang aku alami. Tersiksa banget. Jadi, makan dikeluargaku itu enggak boleh pake tangan kosong. Bagi mereka, makan pake tangan kosong itu menjijikkan. Enggak tau deh apa yg mereka katakan, kalau ngeliat kita makan pake tangan kosong. Yang jelas, aku kangen banget makan pake tangan kosong.
2. Der Stuhl geradeaus!!
Makan memang normalnya diatas meja dan duduk diatas kursi. Jadi, kalau makan kursinya harus lurus. Enggak boleh mencong kanan atau kiri. Apalagi, sampai kaki naik keatas kursi. Duduknya pun harus lurus, tegak dan enggak boleh sandaran di kursi. Nah, kalau ini bikin kangen banget makan lesehan di Restu Ibu atau di SS. (huwaaaaaaaaaaaa)
3. Nicht so schmatzen!! Mund zu beim Kauen!!
Makan jangan bunyi-bunyi. Kalau ngunyah harus ditutup mulutnya. Kalau peraturan yang ini aku setuju banget. Karena jujur, aku paling gk suka denger orang makan yang bunyi-bunyi dan mulutnya gk ditutup. Sebel aja dengernya.
4. Nicht so gurgeln!!
Nah, yang ini peraturan buat minum. Kalau minum gk boleh bunyi. Bingung ? Jadi, minumnya itu jangan sampe bunyi di tenggorokan (gluk,gluk,gluk). Coba aja deh didengar pas kalian lagi minum. Sebenarnya ini tuh ngajarin kita buat minum perlahan dan jangan terburu".
5. Über den Teller essen!!
Kalau makan harus diatas piring. Piringnya harus lurus, enggak boleh mencong kanan atau kiri. Makan apapun harus pake piring. Pokoknya harus sempurna posisi dan letaknya.
6. Die Arme auf dem Tisch!!
Tangan / lengan keduanya harus diatas meja. Kalau pas makan sup kan biasanya kita cuma butuh satu tangan. Tangan yang nganggur, gk boleh di bawah meja atau di atas paha. Pokoknya harus diatas meja. Yang bergerak itu tangan. Jadi, tangan yang bergerak menuju mulut ,bukan mulut yang menuju sendok.
Sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang bikin aku kaget yaa cuma 6 itu. Terutama no. 1 . Aku selalu berharap jangan ada ayam dalam hidangan makananku. Peraturan enggak selamanya menyeramkan memang. Positifnya, ngajarin kita buat makan yang benar dan perlahan, tidak terburu-terburu dan kata mama angkatku : Enggak malu-maluin pas diajak makan di Restoran.
Setiap makan, selalu saja ada musik keras yang keluar dari mulut orangtua angkatku. Liriknya sama seperti no 1-6. Ini pengalaman yang paling berarti buat aku. Karena selama ini, selama 18 tahun aku di Indonesia, aku enggak pernah sama sekali punya peraturan di meja makan.
Sedikit lebai emang aku menanggapinya. Tapi itulah kenyataan yang aku alami,
Jadi, bagaimana dengan kalian?. Punya peraturan juga ?
Guten Appetit!!
Bersama tapi Sendiri
Hari minggu tepat pukul 13.52 waktu bagian Jerman selatan. Suhu menunjukkan 3 derajat. Dinginnya gk usah ditanya lagi. Efek dinginnya banyak banget, males, pengennya tidur terus dan yang parah itu pengen nguyah terus alias ngemil. Godaan terberat, untungnya hari ini minggu dan semua toko tutup. So, gk bakalan ada yg bisa dicemilin wkwk.
Masuk bulan Desember. Bulan terkahir tahun ini. Tepat bulan ke 8 aku tinggal disini sebagai Aupair.
oh ya, Sebelumnya kan aku udah cerita klu aku ini Aupair. Kalau ada yang gk tau Aupair itu apa silahkan dicari sendiri yaa (huehehe). Aku tinggal di keluarga Jerman (asli), istilahnya aku punya keluarga angkat untuk 1 tahun. Kenapa cuma setahun ? yaa karena itu tercantum didalam UUA Jerman (Undang" Aupair).Sudah menjadi kebijakan yang tetap dan kontrak bisa lebih dari setahun dengan adanya pengecualian. Ribet kalau mau dijelasin hehe.
Enggak semua Aupair punya lembaga yang ngurusin segalanya. Ada juga beberapa teman Aupairku disini yang ngurus semuanya sendirian. Sebenarnya, kalau mau dibilang, aku ini "Kelinci Percobaan"nya salah satu lembaga di Makassar yang pemiliknya itu teman Papapku.
Setelah aku diimingi" akhirnya, oke deh aku mau. Singkat cerita sampailah aku di negeri antah berantah ini. Bingung, takut, senang, semua perasaan campur aduk gk karuan. Parahnya, aku baru nyadar kalau aku bakalan tinggal disini tanpa keluarga itu ketika lagi di ruang tunggu di Bandara Abu Dhabi. Ya Allah, aku takut. Keringat dingin, pucat (walaupun gk keliatan), bolak balik Toilet. Pokoknya gelisah banget gk karuan.
Kembali lagi ke Aupair. Karena aku termasuk Aupair yang punya lembaga, jadi hampir setiap 3 bulan sekali kita punya pertemuan Aupair (Aupair Treffen). Semua Aupair yang ada di München dan sekitarnya berkumpul di satu Restoran yang udah ditentukan sama Ibu Maria ( Ibunya para Aupair di lembagaku). Apa yang kita lakuin ? yaa ngobrol, ketemu sama teman baru, makan tentunya, dan kalau kita punya masalah kita bisa curhat dan minta solusi ke ibu Maria. Biasanya pertemuannya berlangsung dari jam 14.00 - 17.00.
Pertemuan pertama dulu buatku menyenangkan. Entah, aku ngerasanya keakraban kita bisa terjalin begitu cepat dengan hanya satu kali pertemuan.
Pertemuan kedua, aku memutuskan untuk tidak menghadirinya, karena pertemuannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan saat itu aku sedang puasa.
Pertemuan ketiga aku hadir. Bertempat disalah satu restoran Itali. Aku sempat kaget karena yang datang jauh lebih banyak dari pertemuan terakhir yang aku hadiri. Setelah pengenalan karena banyak wajah baru. Kita dipersilahkan untuk ngobrol dan makan. Deng, deng . Dipertemuan inilah aku merasa artinya sendiri dikebersamaan. Enggak tau kenapa aku merasa sendiri. Dari sekian banyak teman-teman hanya aku yang berasal dari Indonesia dan hanya aku yang berjilbab. Aku ngobrol dengan teman" yang lain, ketawa" tapi rasanya aneh aja. Tatapan dan obrolan menjadi terasa aneh. Ahh, mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku pikir seperti itu.
Pertemuan keempat tepat bulan lalu, 29 November 2014. Dengan suhu yang dinginnya benar" menusuk aku memberanikan diri naik sepeda ke tempat kita mengadakan pertemuan. Sampai disana, aku bingung. Karena temanku yang namanya Lynda itu belum sampai dan dia gk tau tempatnya sama sekali. Sebagai teman yang baik kita harus saling menolong, right ? Akhirnya aku nungguin dia. Dia bilang dia naik mobil, oke aku tungguin di dekat parkiran mobil yang lumayan jauh dari pintu masuk Restoran. 30 menit, gk muncul. 10 menit kemudian tetap enggak keliatan. Kalau berdiri dengan suhu 25 derajat it's okay. Berdiri hampir 1 jam di luar dengan suhu yang hampir 0 derajat. Aku telpon gk masuk, aku sms gk dibalas. Akhirnya aku mutusin untuk masuk kedalam Restoran karena berhubung tabletku lowbat. Sampai didalam, Aku kaget banget. Lynda ? dia lagi duduk minum dan makan. Ya Allah, rasanya di php itu.... aaaaarggghh. Lynda langsung meluk dan minta maaf. okay, it's okay. Aku rasanya mau nangis dan pulang. Tapi, inget kalau itu bukan perilaku yang dewasa. Akhirnya aku duduk dan memesan teh hijau hangat. Makan, aku ngobrol banyak sama Lynda. Lupain kejadian yang tadi. Ikut"an happy sama yang lain. Tapi ternyata memang hati tidak bisa berbohong. Aku tetap merasa sendiri diantara sekian banyak obrolan, teman dan makanan. Aku merasa banyak tatapan yang tidak ramah. Entah karena perasaanku lagi gk karuan atau memang seperti itulah yang terjadi. AKu enggak tau apa yang salah. Ada yang salah dengan jilbabku atau ada yang lain. Karena selama ini aku berusaha untuk menjadi teman yang baik. Mungkin karena aku juga mulai kehilangan teman"ku yang dulu (Illiana, Kittima dan Hasmik). Aku benar benar merasa sendiri.
Teman, memang kelihatannya menyenangkan sekali bisa tinggal di salah satu negara idaman di Eropa. Dibalik kelihatannya, ada sejuta rahasia yang "kami" pendam.
Masuk bulan Desember. Bulan terkahir tahun ini. Tepat bulan ke 8 aku tinggal disini sebagai Aupair.
oh ya, Sebelumnya kan aku udah cerita klu aku ini Aupair. Kalau ada yang gk tau Aupair itu apa silahkan dicari sendiri yaa (huehehe). Aku tinggal di keluarga Jerman (asli), istilahnya aku punya keluarga angkat untuk 1 tahun. Kenapa cuma setahun ? yaa karena itu tercantum didalam UUA Jerman (Undang" Aupair).Sudah menjadi kebijakan yang tetap dan kontrak bisa lebih dari setahun dengan adanya pengecualian. Ribet kalau mau dijelasin hehe.
Enggak semua Aupair punya lembaga yang ngurusin segalanya. Ada juga beberapa teman Aupairku disini yang ngurus semuanya sendirian. Sebenarnya, kalau mau dibilang, aku ini "Kelinci Percobaan"nya salah satu lembaga di Makassar yang pemiliknya itu teman Papapku.
Setelah aku diimingi" akhirnya, oke deh aku mau. Singkat cerita sampailah aku di negeri antah berantah ini. Bingung, takut, senang, semua perasaan campur aduk gk karuan. Parahnya, aku baru nyadar kalau aku bakalan tinggal disini tanpa keluarga itu ketika lagi di ruang tunggu di Bandara Abu Dhabi. Ya Allah, aku takut. Keringat dingin, pucat (walaupun gk keliatan), bolak balik Toilet. Pokoknya gelisah banget gk karuan.
Kembali lagi ke Aupair. Karena aku termasuk Aupair yang punya lembaga, jadi hampir setiap 3 bulan sekali kita punya pertemuan Aupair (Aupair Treffen). Semua Aupair yang ada di München dan sekitarnya berkumpul di satu Restoran yang udah ditentukan sama Ibu Maria ( Ibunya para Aupair di lembagaku). Apa yang kita lakuin ? yaa ngobrol, ketemu sama teman baru, makan tentunya, dan kalau kita punya masalah kita bisa curhat dan minta solusi ke ibu Maria. Biasanya pertemuannya berlangsung dari jam 14.00 - 17.00.
Pertemuan pertama dulu buatku menyenangkan. Entah, aku ngerasanya keakraban kita bisa terjalin begitu cepat dengan hanya satu kali pertemuan.
Pertemuan kedua, aku memutuskan untuk tidak menghadirinya, karena pertemuannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan saat itu aku sedang puasa.
Pertemuan ketiga aku hadir. Bertempat disalah satu restoran Itali. Aku sempat kaget karena yang datang jauh lebih banyak dari pertemuan terakhir yang aku hadiri. Setelah pengenalan karena banyak wajah baru. Kita dipersilahkan untuk ngobrol dan makan. Deng, deng . Dipertemuan inilah aku merasa artinya sendiri dikebersamaan. Enggak tau kenapa aku merasa sendiri. Dari sekian banyak teman-teman hanya aku yang berasal dari Indonesia dan hanya aku yang berjilbab. Aku ngobrol dengan teman" yang lain, ketawa" tapi rasanya aneh aja. Tatapan dan obrolan menjadi terasa aneh. Ahh, mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku pikir seperti itu.
Pertemuan keempat tepat bulan lalu, 29 November 2014. Dengan suhu yang dinginnya benar" menusuk aku memberanikan diri naik sepeda ke tempat kita mengadakan pertemuan. Sampai disana, aku bingung. Karena temanku yang namanya Lynda itu belum sampai dan dia gk tau tempatnya sama sekali. Sebagai teman yang baik kita harus saling menolong, right ? Akhirnya aku nungguin dia. Dia bilang dia naik mobil, oke aku tungguin di dekat parkiran mobil yang lumayan jauh dari pintu masuk Restoran. 30 menit, gk muncul. 10 menit kemudian tetap enggak keliatan. Kalau berdiri dengan suhu 25 derajat it's okay. Berdiri hampir 1 jam di luar dengan suhu yang hampir 0 derajat. Aku telpon gk masuk, aku sms gk dibalas. Akhirnya aku mutusin untuk masuk kedalam Restoran karena berhubung tabletku lowbat. Sampai didalam, Aku kaget banget. Lynda ? dia lagi duduk minum dan makan. Ya Allah, rasanya di php itu.... aaaaarggghh. Lynda langsung meluk dan minta maaf. okay, it's okay. Aku rasanya mau nangis dan pulang. Tapi, inget kalau itu bukan perilaku yang dewasa. Akhirnya aku duduk dan memesan teh hijau hangat. Makan, aku ngobrol banyak sama Lynda. Lupain kejadian yang tadi. Ikut"an happy sama yang lain. Tapi ternyata memang hati tidak bisa berbohong. Aku tetap merasa sendiri diantara sekian banyak obrolan, teman dan makanan. Aku merasa banyak tatapan yang tidak ramah. Entah karena perasaanku lagi gk karuan atau memang seperti itulah yang terjadi. AKu enggak tau apa yang salah. Ada yang salah dengan jilbabku atau ada yang lain. Karena selama ini aku berusaha untuk menjadi teman yang baik. Mungkin karena aku juga mulai kehilangan teman"ku yang dulu (Illiana, Kittima dan Hasmik). Aku benar benar merasa sendiri.
Teman, memang kelihatannya menyenangkan sekali bisa tinggal di salah satu negara idaman di Eropa. Dibalik kelihatannya, ada sejuta rahasia yang "kami" pendam.
Minggu, 30 November 2014
Assalamualaikum dan Hallo!!
Assalamualaikum!!,
aaaahhh akhirnyaaa. Dari sekian lama pengen punya blog dan nulis baru kesampaian sekarang juga. Sebenarnya sih dulu pernah punya 1 blog tapi udh berapa tahun gk pernah keurus dan sekarang menghilang gk tau kemana haha. Alasannya kenapa gk keurus itu banyak banget. Sibuk, males, gk mood, dan bla bla bla.
Entah kesambet apa, tadi malam jadi sempat kepikir buat aktif di blog. Aku suka nulis, suka curhat tapi di buku. Yaa semacam diary gitu deh. Gk pernah mau dipublish ke orang lain kecuali sama orang-orang terdekat.
Tadi malam iseng" ngetik namaku di kolom search google. Ehh muncul disalah satu blog temanku sewaktu di Mayoga, Naila Faiza Rahmasita namanya. Dari situ deh aku mulai kepo 'berlanjut' ke blog teman"ku yang lainnya. Kayaknya asyik juga kalau bisa berbagi cerita ke orang lain walaupun kadang males juga bacanya. But it's okay. i'll try!
Nah perkenalan dulu deh sekarang. Nama lengkap Chairunnisaa Miftahurrahmah Zenida Huzaen. Aku gk bisa ngitung berapa orang yang berkomentar tentang panjangnya namaku. Sebel juga sih awalnya, sampe dulu wktu smp ada salah satu guru biologi, mungkin karena saking malesnya manggil namaku jadi yaa cuma manggil Chairunnisaa "dowo banget". Banyak juga yg bilang aku rakus karena ngambil nama orang 1 RT. Tapi gk masalah, karena nama 5 adekku yang lainnya juga gk kalah panjang haha. Biasanya dipanggil Icha. sebenarnya sih dulu panggilanku itu Annisaa, tapi kata mamaku kepanjangan jadi diganti
Icha. Banyak juga yang akhirnya manggil Nisa. Lahir di PKU Muh Jogja 19 tahun, 8 bulan, 15 hari yang lalu. Sampai sekarang aku masih bingung, aslinya aku orang Jogja atau Makassar. Keluarga besar gk ada yang dari Jogja. Orang tua, kakek nenek semua dari Makassar. Klu dibilang numpang lahir doang juga enggak. Aku sempat tinggal disana selama 10 tahun. So, aku menganggap saat ini aku blasteran Jogja-Makassar. BIar keren dikit lah haha. Punya 1 adek perempuan dan 4 adek laki-laki. Ramenya ? gk usah dipertanyakan lagi. Tapi, aku merasa kakak yang paling beruntung punya mereka. They are my everything.
aaaahhh akhirnyaaa. Dari sekian lama pengen punya blog dan nulis baru kesampaian sekarang juga. Sebenarnya sih dulu pernah punya 1 blog tapi udh berapa tahun gk pernah keurus dan sekarang menghilang gk tau kemana haha. Alasannya kenapa gk keurus itu banyak banget. Sibuk, males, gk mood, dan bla bla bla.
Entah kesambet apa, tadi malam jadi sempat kepikir buat aktif di blog. Aku suka nulis, suka curhat tapi di buku. Yaa semacam diary gitu deh. Gk pernah mau dipublish ke orang lain kecuali sama orang-orang terdekat.
Tadi malam iseng" ngetik namaku di kolom search google. Ehh muncul disalah satu blog temanku sewaktu di Mayoga, Naila Faiza Rahmasita namanya. Dari situ deh aku mulai kepo 'berlanjut' ke blog teman"ku yang lainnya. Kayaknya asyik juga kalau bisa berbagi cerita ke orang lain walaupun kadang males juga bacanya. But it's okay. i'll try!
Nah perkenalan dulu deh sekarang. Nama lengkap Chairunnisaa Miftahurrahmah Zenida Huzaen. Aku gk bisa ngitung berapa orang yang berkomentar tentang panjangnya namaku. Sebel juga sih awalnya, sampe dulu wktu smp ada salah satu guru biologi, mungkin karena saking malesnya manggil namaku jadi yaa cuma manggil Chairunnisaa "dowo banget". Banyak juga yg bilang aku rakus karena ngambil nama orang 1 RT. Tapi gk masalah, karena nama 5 adekku yang lainnya juga gk kalah panjang haha. Biasanya dipanggil Icha. sebenarnya sih dulu panggilanku itu Annisaa, tapi kata mamaku kepanjangan jadi diganti
Icha. Banyak juga yang akhirnya manggil Nisa. Lahir di PKU Muh Jogja 19 tahun, 8 bulan, 15 hari yang lalu. Sampai sekarang aku masih bingung, aslinya aku orang Jogja atau Makassar. Keluarga besar gk ada yang dari Jogja. Orang tua, kakek nenek semua dari Makassar. Klu dibilang numpang lahir doang juga enggak. Aku sempat tinggal disana selama 10 tahun. So, aku menganggap saat ini aku blasteran Jogja-Makassar. BIar keren dikit lah haha. Punya 1 adek perempuan dan 4 adek laki-laki. Ramenya ? gk usah dipertanyakan lagi. Tapi, aku merasa kakak yang paling beruntung punya mereka. They are my everything.
Sekarang aku lagi jadi Mädchen Aupair disalah satu keluarga di Freising, Bayern, Deutschland (Germany). Kontrak 1 tahun dan sekarang sudah berjalan 7 bulan. Siapa tau ada yang jadi Aupair juga di München dan sekitarnya,boleh banget lho kalau mau kenalan n jadi temenku (hihi).Rencana mau lanjut studkoll dan kuliah disini. Semoga kesampaian yaa. aamiin.
Okay, sampe disini aja. Belum bagus memang tulisannya, namanya juga pemula. But i'll try to write the best that i can. (cieeeeee).
Waalaikumsalam
Salam Blogger junior!!
Langganan:
Postingan (Atom)