"Itu salahmu!!" . "Itu semua karena kamu!!". "Coba kamu enggak ngelakuin itu, enggak bakalan seperti ini jadinya!!".
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Jangan selalu menyalahkannya karena belum tentu dia yang salah. Jangan selalu membentaknya, karena belum tentu dia yang berbuat. Jangan selalu menuduhnya, karena bisa jadi dia tidak berniat melakukannya.
Pergilah!. Carilah!. Pergilah mencari cermin. Tidak usah yang besar. Cukup yang kecil saja. Buat apa kamu bercermin dengan cermin yang besar tapi kamu tidak pernah menyadari kesalahanmu. Tidak pernah mengintropeksi diri. Cukup yang kecil saja, asal kamu sadar atas apa yang kamu lakukan.
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Jangan sesali semua yang pernah terjadi. Karena bisa saja, apa yang terjadi kemarin itu memang yang terbaik untukmu. Sekalipun pahit sekali rasanya. Ingat tidak ? Kebanyakan makan yang manis bisa kena diabetes.
Syukuri semua yang terjadi. Tersandung lalu jatuh ? alhamdulillah, kita masih bisa merasakan sakit. Jatuh cinta lalu patah hati ? alhamdulillah, hati kita masih berfungsi dengan baik. Ditinggal pergi begitu saja ? alhamdulillah, membuka kesempatan yang lebih baik untuk datang.
Jangan. Aku katakan, jangan. Sekali lagi aku katakan, jangan. Tidak usah mengandai-andai. "Seandainya.. . Kalau saja . . . Harusnya kemarin itu . . .". Tidak usah.
Percayalah bahwa Allah SWT selalu punya rencana dibalik setiap kejadian. setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Kapan kita menyadarinya ?. Bisa saja 5 menit setelah kejadian, 2 minggu setelahnya, 1 bulan atau malah 1 tahun setelahnya. Bersabarlah, karena tidak pernah merugi orang yang bersabar.
Teruntuk orang yang pernah kusakiti, 'Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya'. Semoga aku dimaafkan. Dan teruntuk orang yang pernah menyakitiku 'Kumaafkan dan kulupakan semua kesakitan itu'
*ditulis di Freising, Bayern. Hari sabtu tanggal 20 Desember 2014, Pukul 21.15 waktu Jerman bagian selatan. Dengan kesadaran yang tinggi, ditemani angin yang sepertinya tidak lelah berlari kencang dari kemarin*
Chairunnisaa Huzaen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar