Kamis, 26 Februari 2015

Ingat Sekali Rasanya

Kebosanan yang memuncak, kegelisahan yang menghantui, kenyamanan yang tak pernah ada, ketentraman yang hampir musnah, kebencian yang mulai membara, cinta yang pupus, kebaikan yang mulai luntur, kesopanan yang sudah tdk berarti lagi, pengorbanan yang sia sia, tawa yang hambar, senyum yang terpaksa, airmata menjadi lautan, mata telah lelah, telinga sudah tak dapat menahan lagi, hati berteriak dengan lantang, mulut hanya bisa terdiam membisu. Segera, aku akan pergi jauh. Tak tergapai . Secepatnya.
-CMZH-


Ingat sekali, betapa emosinya aku ketika menulis tulisan itu. Ingat sekali, rasanya ingin membenci semua orang. Ingat sekali, ketika perasaan bercampur aduk tidak karuan. Ingat sekali, ketika semuanya seketika menjadi musuh. Ingat sekali, ketika yg aku inginkan hanya hidup sendiri tanpa ada orang lain yang mengganggu, memancing emosi, berbisik sana sini, bergosip ria tidak karuan, menjelek"an, berani berbicara lantang dibelakang tapi melempem ketika berhadapan. Sekarang aku benar-benar ingat. Dan emosi yang dulu menjadi sebuah rindu yang tidak ada obatnya saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar