Minggu, 07 Desember 2014

Bersama tapi Sendiri

Hari minggu tepat pukul 13.52 waktu bagian Jerman selatan. Suhu menunjukkan 3 derajat. Dinginnya gk usah ditanya lagi. Efek dinginnya banyak banget, males, pengennya tidur terus dan yang parah itu pengen nguyah terus alias ngemil. Godaan terberat, untungnya hari ini minggu dan semua toko tutup. So, gk bakalan ada yg bisa dicemilin wkwk. 
Masuk bulan Desember. Bulan terkahir tahun ini. Tepat bulan ke 8 aku tinggal disini sebagai Aupair. 
oh ya, Sebelumnya kan aku udah cerita klu aku ini Aupair. Kalau ada yang gk tau Aupair itu apa silahkan dicari sendiri yaa (huehehe). Aku tinggal di keluarga Jerman (asli), istilahnya aku punya keluarga angkat untuk 1 tahun. Kenapa cuma setahun ? yaa karena itu tercantum didalam UUA Jerman (Undang" Aupair).Sudah menjadi kebijakan yang tetap dan kontrak bisa lebih dari setahun dengan adanya pengecualian. Ribet kalau mau dijelasin hehe.
Enggak semua Aupair punya lembaga yang ngurusin segalanya. Ada juga beberapa teman Aupairku disini yang ngurus semuanya sendirian. Sebenarnya, kalau mau dibilang, aku ini "Kelinci Percobaan"nya salah satu lembaga di Makassar yang pemiliknya itu teman Papapku. 
Setelah aku diimingi" akhirnya, oke deh aku mau. Singkat cerita sampailah aku di negeri antah berantah ini. Bingung, takut, senang, semua perasaan campur aduk gk karuan. Parahnya, aku baru nyadar kalau aku bakalan tinggal disini tanpa keluarga itu ketika lagi di ruang tunggu di Bandara Abu Dhabi. Ya Allah, aku takut. Keringat dingin, pucat (walaupun gk keliatan), bolak balik Toilet. Pokoknya gelisah banget gk karuan. 
Kembali lagi ke Aupair. Karena aku termasuk Aupair yang punya lembaga, jadi hampir setiap 3 bulan sekali kita punya pertemuan Aupair (Aupair Treffen). Semua Aupair yang ada di München dan sekitarnya berkumpul di satu Restoran yang udah ditentukan sama Ibu Maria ( Ibunya para Aupair di lembagaku). Apa yang kita lakuin ? yaa ngobrol, ketemu sama teman baru, makan tentunya, dan kalau kita punya masalah kita bisa curhat dan minta solusi ke ibu Maria. Biasanya pertemuannya berlangsung dari jam 14.00 - 17.00. 
Pertemuan pertama dulu buatku menyenangkan. Entah, aku ngerasanya keakraban kita bisa terjalin begitu cepat dengan hanya satu kali pertemuan. 
Pertemuan kedua, aku memutuskan untuk tidak menghadirinya, karena pertemuannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan saat itu aku sedang puasa. 
Pertemuan ketiga aku hadir. Bertempat disalah satu restoran Itali. Aku sempat kaget karena yang datang jauh lebih banyak dari pertemuan terakhir yang aku hadiri. Setelah pengenalan karena banyak wajah baru. Kita dipersilahkan untuk ngobrol dan makan. Deng, deng . Dipertemuan inilah aku merasa artinya sendiri dikebersamaan. Enggak tau kenapa aku merasa sendiri. Dari sekian banyak teman-teman hanya aku yang berasal dari Indonesia dan hanya aku yang berjilbab. Aku ngobrol dengan teman" yang lain, ketawa" tapi rasanya aneh aja. Tatapan dan obrolan menjadi terasa aneh. Ahh, mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku pikir seperti itu. 
Pertemuan keempat tepat bulan lalu, 29 November 2014. Dengan suhu yang dinginnya benar" menusuk aku memberanikan diri naik sepeda ke tempat kita mengadakan pertemuan. Sampai disana, aku bingung. Karena temanku yang namanya Lynda itu belum sampai dan dia gk tau tempatnya sama sekali. Sebagai teman yang baik kita harus saling menolong, right ? Akhirnya aku nungguin dia. Dia bilang dia naik mobil, oke aku tungguin di dekat parkiran mobil yang lumayan jauh dari pintu masuk Restoran. 30 menit, gk muncul. 10 menit kemudian tetap enggak keliatan. Kalau berdiri dengan suhu 25 derajat it's okay. Berdiri hampir 1 jam di luar dengan suhu yang hampir 0 derajat. Aku telpon gk masuk, aku sms gk dibalas. Akhirnya aku mutusin untuk masuk kedalam Restoran karena berhubung tabletku lowbat. Sampai didalam, Aku kaget banget. Lynda ? dia lagi duduk minum dan makan. Ya Allah, rasanya di php itu.... aaaaarggghh. Lynda langsung meluk dan minta maaf. okay, it's okay. Aku rasanya mau nangis dan pulang. Tapi, inget kalau itu bukan perilaku yang dewasa. Akhirnya aku duduk dan memesan teh hijau hangat. Makan, aku ngobrol banyak sama Lynda. Lupain kejadian yang tadi. Ikut"an happy sama yang lain. Tapi ternyata memang hati tidak bisa berbohong. Aku tetap merasa sendiri diantara sekian banyak obrolan, teman dan makanan. Aku merasa banyak tatapan yang tidak ramah. Entah karena perasaanku lagi gk karuan atau memang seperti itulah yang terjadi. AKu enggak tau apa yang salah. Ada yang salah dengan jilbabku atau ada yang lain. Karena selama ini aku berusaha untuk menjadi teman yang baik. Mungkin karena aku juga mulai kehilangan teman"ku yang dulu (Illiana, Kittima dan Hasmik). Aku benar benar merasa sendiri. 
Teman, memang kelihatannya menyenangkan sekali bisa tinggal di salah satu negara idaman di Eropa. Dibalik kelihatannya, ada sejuta rahasia yang "kami" pendam.

2 komentar: